Tips Untuk Mahasiswa yang Taunya Hanya Kampus dan Kos serta Mengejar Nilai A

klikCara.com - Menjadi seorang mahasiswa tentu membuat perasaan kamu campur aduk kan? Di tahun pertama kamu akan melihat semua hal yang berbeda saat masih SMA dulu. Gedung-gedung kuliah yang besar, senior-senior rese, beragam style dan juga pergaulan, dan tentunya dengan mata kuliah yang berbeda dan baru, serta sistem pengurusan administrasi yang semuanya harus mandiri.

Di tahap inilah, hati kamu akan bertanya-tanya. Apakah saya harus memperluas pergaulan? Akrab dengan senior-senior? Mendekati para dosen saja? Atau saya harus fokus kuliah saja dan mendapat nilai A di setiap mata kuliah? Kebanyakan mahasiswa baru akan lebih memilih untuk fokus kuliah dengan beragam alasan. “saya harus dapat IPK tinggi, biar bisa diterima di perusahaan dan kantor manapun” atau adapula karena rasa bakti kepada orang tua, “orang tua sudah berkeringat susah payah membiayai, saya harus cepat selesai saja”. Bahkan banyak sekali yang juga sangat ambisius “saya harus cepat selesai, jadi cum laude dan tampil di acara wisuda.”

Tips Untuk Mahasiswa yang Taunya Hanya Kampus dan Kos serta Mengejar Nilai A
Image credit : Freepik.com
Olehnya, kamu hanya mengenal 2 K saja, yaitu kos-kampus, kampu-kos. Jalurmu tiap hari hanya dua kata tersebut demi mendapat nilai A dan IPK tinggi.

Tapi pernahkah kamu berpikir, bahwa dengan berpikir nilai A saja banyak sekali momen selama menjadi mahasiswa yang kamu lewatkan yang berguna untuk hidupmu.

Nah, apa saja sih kekurangan jika taunya hanya kampus-kos dan nilai A saja

1. Ilmu Yang Ada Dalam Kelas hanya Sebatas SKS, Ilmu yang ada di seluruh Lingkungan Kampus Tidak Terbatas


Ilmu Yang Ada Dalam Kelas hanya Sebatas SKS, Ilmu yang ada di seluruh Lingkungan Kampus Tidak Terbatas

Saat kamu masuk kelas dan mengikuti mata kuliah yang dibawakan oleh dosen tentu saja akan menambah ilmu kamu, khususnya di jurusan yang kamu pilih. Apalagi dosen bisa memberimu banyak transfer ilmu, yang mana dosen sudah punya banyak pengalaman sebelumnya. Tapi ingat, mata kuliah serta materi yang kamu terima di kelas terbatas oleh jam mata kuliah serta SKS mata kuliah kamu. Setelah itu apa? Membaca referensi sendiri? Bisa saja sih, namun itu tidak menjamin kamu mendapatkan ilmu yang lebih optimal. Setelah ikut mata kuliah di kelas kamu terus aja menuju jalan pulang ke kos. “Sampai di kos kan bisa baca-baca lagi”, mungkin itu jawaban kamu. Tapi ingat transfer ilmu bisa kamu dapatkan lebih baik lewat proses dialektika, yaitu dengan cara diskusi.

Sepulang mengikuti kelas oleh dosenmu, kamu bisa saja mencari pergaulan yang lebih luas. Misalnya berteman dengan mahasiswa kelas lain, senior kamu, atau juga mencari relasi dengan teman-teman mereka. Dengan meluaskan pergaulan di kampus kamu, kamu bisa mendapat ilmu yang tidak terbatas. Misalnya saja, mata kuliah yang kamu dapatkan diajarkan oleh Pak Dosen A, bisa saja kelas lain atau bahkan senior kamu dulunya diajar oleh Dosen B yang sudah pension dan membawakan materi itu dengan cara lain. Bisa saja kan? Bukan hanya mata kuliah saja, ilmu lain bisa kalian dapatkan dari banyaknya grup-grup diskusi. Misal kelompok bedah buku atau beberapa lembaga kampus yang sering melakukan kajian. Maka ilmu kami pastinya tidak terbatas. Dan materi itu bisa kamu jadikan referensi juga di kelas berikutnya.
2. “Jika IPK ku tinggi pasti gampang cari kerja”, Tahukah Kamu Kalau Pernyataanmu Itu Keliru?


Jika IPK ku tinggi pasti gampang cari kerja”, Tahukah Kamu Kalau Pernyataanmu Itu Keliru?

Kuliah, Lulus dan Kerja. Mungkin itu adalah obsesi terbesarmu dalam hidup. Bisa bekerja setelah lulus sehingga IPK tinggi membuatmu hanya tahu kampus-kos saja. Bukan berarti bahwa memiliki IPK tinggi tidak boleh, hanya saja jika kamu mengejar IPK tinggi dan hanya tahu Kampus-Kos saja, langkah dan strategimu itu sangatlah keliru. Apalagi hingga berpikiran bahwa dengan IPK tinggi sudah tentu membuatmu mudah mendapatkan kerja.

Kebanyakan perusahaan memang memberikan kualifiaksi standar IPK bagi para pelamar. Namun tingginya IPK bukan menjadi prioritas utama loh. Kamu bisa saja bertanya jika punya kenalan Manager HRD yang berpengalaman menjaring para pelamar kerja. Banyak dari perusahaan dan institusi ternama lebih mengutamakan skill atau keahlian kamu. Jika kamu hanya tahunya di kos, keahlian apa yang kamu punya selain mandiri? Jika kamu banyak bergaul di luar, kamu bisa banyak mendapatkan pengalaman dari orang lain. Bisa saja keahlian teman kamu tersebut bisa kamu curi. Bukan hanya itu, jika bergabung dengan lembaga di kampus, kamu juga bisa belajar tentang leadership. Nah, itulah yang akan sangat dibutuhkan saat kamu melamar kerja. Tapi pilih-pilih juga, jangan masuk organisasi atau lembaga yang hanya membuang waktu saja. Sehingga jika kamu punya skill, leadership dan juga IPK tinggi, apakah perusahaan akan ragu merekrutmu?

3. “Masuk Organisasi Hanya Membuang Waktuku”, Ayo di Cek Dulu Deh, Sapatau Hanya Tinggal di Kos yang Membuang Waktumu


Masuk Organisasi Hanya Membuang Waktuku”, Ayo di Cek Dulu Deh, Sapatau Hanya Tinggal di Kos yang Membuang Waktumu

“Ikut kegiatan organisasi buang waktu saja deh”, mungkin itu yang kamu pikirkan jika ada pelatihan leadersip atau LK (Latihan Kepemimpinan) diadakan oleh organisasi kampus. Atau banyak lagi event-event yang biasa jadi program kampus yang bisa melibatkan kamu jadi panitia. Kamu mungkin menganggap itu adalah kegiatan yang membuat waktu. Tapi sadarkah kamu, bahwa pengalaman kegiatan yang kamu bisa ikuti bisa menjadi daftar panjang dari pengalaman organisasi dan award mu di CV nanti saat melamar kerja. Jangan salah loh, daftar di CV mu tersebut menjadi pertimbangan besar buat kamu diterima. Sebab kamu dinilai sebagai pribadi yang bisa bekerja dalam tim.

Daripada hanya duduk diam di kos, atau sesekali membaca buku, banyakan mana manfaat buat kamu ke depannya jika bergabung dengan organisasi kampus?
Editor's Pick:
4. Tinggal di Kos Hanya Membuka Peluang Networking dengan Teman Kos Saja, Kalau Pergaulan di Kampus Bisa Membuka Networking Selebar-lebarnya.


Tinggal di Kos Hanya Membuka Peluang Networking dengan Teman Kos Saja, Kalau Pergaulan di Kampus Bisa Membuka Networking Selebar-lebarnya

Networking penting tidak? Tentu saja sangatlah penting. Jika kamu menjadi penghuni kos abadi, tentu kamu akan merasa seperti saudara dengan penghuni kos yang lainnya. Bisa saja jika kamu ke daerahnya atau ada kenalan mereka yang bisa membantu karirmu mereka bisa sangat membantu. Tapi coba bayangkan, jika pergaulan dengan teman kos mu itu juga dilebarkan ke semua penghuni kampus kamu? Tentu saja networking yang bisa kamu jaring akan jauh lebih besar. Apalagi jika kamu gabung organisasi yang banyak menyelenggarakan event, maka networking ke banyak perusahaan dan instansi yang dijadikan partner dengan eventmu akan secara otomatis menjadi networking kamu juga.

Jadi bagaimana para mahasiswa yang kejar nilai A saja dan hanya berurusan dengan kampus-kos. Kamu akan menyesal saat lulus nanti hanya akrab dengan dinding kamar kosmu. Jangan takut bahwa dengan bergaul akan menurunkan IPK mu. Lebih asyik kan kalua kamu cum laude tetapi juga dikenal aktif di kampus. Lebih keren juga leadership kamu jika harus menjadi perwakilan mahasiswa pidato saat lulusan nanti.

0 Response to "Tips Untuk Mahasiswa yang Taunya Hanya Kampus dan Kos serta Mengejar Nilai A"

Post a comment